Baca Tulis Al-Quran SD: Kelas 6

Welcome

Selamat Berkunjung di Blog Baca Tulis Al-Quran SD

Materi Baca Tulis Al-Quran SD

Selamat Membaca, Semoga Bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label Kelas 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 6. Tampilkan semua postingan





Tujuan Pembelajaran
Melalui informasi ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi diharapkan siswa dapat memahami bacaan mad lazim harfi yang terdapat dalam Al-Quran dan membaca mad lazim harfi dengan benar.
Pendalaman Materi
Mad harfi merupakan salah salah satu cabang mad yang dipelajari dalam ilmu tajwid. Dalam Al-Quran mad harfi terletak di awal-awak surah. Mad harfi terbagi menjadi dua, yaitu mad lazim harfi musaqqal dan mad lazim harfi mukhaffaf.









Tujuan Pembelajaran
Melalui informasi ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi diharapkan siswa dapat memahami pengertian waqaf yang terdapat dalam Al-Quran dan mewaqafkan bacaan dalam Al-Quran dengan cara yang benar.
Pendalaman Materi
Kalian telah mempelajari cara mewaqafkan bacaan di akhir ayat pada Pembelajaran terdahulu. Adapun Pembelajaran kali ini kita akan mempelajari tanda waqaf.







Tujuan Pembelajaran
Melalui informasi ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang ra’ tarqiq.
Pendalaman Materi
Pembahasan pengucapan ra’ berikutnya adalah ra’ tarqiq. Ra’ tarqiq adalah ra’ yang dibaca tipis. Cara membaca ra’ tarqiq yaitu dengan menarik bibir sedikit mundur sehingga agak meringis. Ra’ dibaca tipis apabila memenuhi syarat-syarat berikut.
1. Ra’ berharakat kasrah.
Contoh :
2. Dibaca waqaf dan didahului huruf berharakat kasrah.
Contoh :

3. Ra’ berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah, namun setelah ra’ sukun bukan huruf isti’la’.
Contoh :

4. Ra’ yang sebelumnya terdapat ya’ sukun.
Contoh :

5. Dimatikan karena waqaf dan didahului ya’ berharakat sukun.
Contoh :

6. Dimatikan karena waqaf dan didahului huruf berharakat sukun dan huruf sebelumnya lagi berharakat kasrah.
Contoh :









Tujuan Pembelajaran
Melalui informasi ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang ra’ tafkhim.
Pendalaman Materi
Membaca huruf ra’ di dalam Al-Quran memiliki dua cara yaitu tebal dan tipis. Huruf ra’ yang dibaca tebal disebut ra’ tafkhim. Cara membaca ra’ tafkhim yaitu dengan bibir sedikit ke depan. Berikut merupakan syarat-syarat huruf ra’ dibaca tebal.
1. Ra’ berharakat fathah/fathatain.
Contoh :

2. Ra’ berharakat dammah/dammahtain.
Contoh :

3. Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat fathah atau dammah.
Contoh :
4. Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah, tetapi bukan kasrah asli dari asal perkataannya.
Contoh :

5. Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, tetapi sesudah ra’ ada salah satu huruf isti’la’ dan tidak berharakat kasrah. Huruf isti’la’ ada tujuh, yaitu : kha (خ), ṣad (ص), ḍad (ض), ghain (غ), ṭha (ط), qaf (ق), dan zha (ظ).

Huruf isti’la’ berarti huruf yang meninggi atau memberat karena bunyi itu agak berat.
Contoh :





Tujuan Pembelajaran

Melalui informasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang idgam mutamasilain, idgam mutaqaribain, dan idgam mutajanisain.

Pendalaman Materi

A. Idgam Mutamasilain

Secara bahasa, idgam artinya masuk/melebur dan mutamasilain artinya dua semisal. Idgam mutamasilain adakah idgam yang terjadi karena suatu huruf mati yang bertemu dengan huruf hidup yang sama. Idgam ini disebut dengan idgam misli/mislain, karena bertemunya dua huruf yang sama, baik jenis dan makhrajnya. Cara membacanya, huruf pertama dimasukkan ke dalam huruf yang kedua sehingga seperti huruf yang bertasydid dan tidak disertai dengan dengung.

Contoh 


B. Idgam Mutaqaribain

Secara bahasa, idgam artinya masuk/melebur dan mutaqaribain artinya dua berdekatan. Idgam mutaqaribain adalah bertemunya dua huruf yang hampir berdekatan makhraj dan sifatnya. Huruf yang pertama sukun (mati) sedangkan huruf yang kedua hidup, maka disebut idgam mutaqaribain. Cara membacanya, bunyi huruf yang pertama (yang sukun) hilang atau tidak terdengar dan berbunyi adalah huruf yang kedua (yang hidup) dan seolah-olah huruf yang kedua itu bertasydid.

Contoh


C. Idgam Mutajanisain

Secara bahasa, idgam artinya masuk/melebur dan mutajanisain artinya dua sama jenis. Idgam mutajanisain adalah pertemuan dua huruf yang sama makhraj tetapi lain sifatnya. Huruf yang pertama mati dan huruf yang kedua hidup. Cara membacanya huruf yang pertama sukun itu harus diidgamkan ke dalam huruf yang kedua yang hidup.

Contoh

Huruf yang sama bertemu dibaca idgam berlaku untuk semua huruf kecuali huruf wau dan ya. Apabila ada wau sukun bertemu wau dan ya sukun bertemu dengan ya, maka tidak diidgamkan (dimasukkan) pada huruf yang kedua, tetapi dibaca panjang sebagaimana mestinya.

Contoh 






Tujuan Pembelajaran
Melalui informasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang idgam mimi.
Pendalaman Materi
1. Pengertian Idgam Mimi
Secara bahasa idgam artinya memasukkan, sedangkan mimi artinya kembar. Idgam mimi disebut juga idgam mutamasilain karena ada huruf mim sukun bertemu dengan huruf mim juga.
2. Cara Membaca Idgam Mimi
Cara membaca idgam mimi adalah suara mim sukunnya ke dalam mim yang ada di hadapannya dan disertai dengan gunnah (dengung) dari pangkal hidung.
3. Bacaan Idgam Mimi
Perhatikan contoh lafal yang bergaris bawah pada ayat-ayat berikut ini!





Tujuan Pembelajaran
Melalui informasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang izhar syafawi.
Pendalaman Materi
1. Pengertian Izhar Syafawi
Menurut bahasa, izhar artinya memperjelas dan menerangkan. Adapun menurut istilah, izhar syafawi adalah hukum bacaan yang terjadi apabila ada mim sukun bertemu dengan semua huruf hijaiyah selain mim dan ba.
2. Cara Membaca Izhar Syafawi
Hukum bacaan izhar syafawi adalah jelas tanpa gunnha dan tanpa tekanan. Apabila bertemu dengan huruf wau atau fa, maka cara membacanya lebih keras karena huruf wau dan fa sama dengan huruf mim yaitu sama-sama huruf syafawiyyah (huruf uang keluar dari bibir).
3. Contoh Bacaan Izhar Syafawi
Perhatikan contoh lafal yang bergaris bawah pada ayat-ayat berikut ini!






Tujuan Pembelajaran 

Melalui informasi, ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang ikhfa' syafawi.

Pendalaman Materi

Pendalaman Materi

Hukum bacaan mim sukun terdiri atas 3 jenis, yaitu ikhfa’ syafawi, idgam mimi, dan izhar syafawi. 

1. Pengertian Ikhfa’ Syafawi

Secara bahasa, ikhfa’ artinya menyamarkan atau menyembunyikan, sedangkan syafawi artinya bibir. Hukum bacaan ikhfa’ syafawi terjadi apabila ada mim sukun bertemu dengan huruf ba. Bacaan ikhfa’ syafawi adalah apabila ada huruf mim sukun bertemu dengan huruf ba, maka wajib dibaca mendengung (gunnah).

2. Cara Membaca Ikhfa’ Syafawi

Hukum mim termasuk huruf syafawiyyah yang artinya huruf yang keluar dari bibir. Apabila ada mim sukun bertemu dengan salah satu huruf ba, maka suara mim sukunnya harus dibaca samar antara mim dan ba, ditahan kira-kira dua ketykan dan seraya mengeluarkan suara gunnah (dengung dari pangkal hidung). Cara membaca bacaan ikhfa’ syafawi adalah samar-samar di bibir, serta didengungkan selama sekitar 1 alif ( 2 harakat).

3. Contoh Bacaan Ikhfa’ Syafawi

Perhatikan contoh lafal yang bergaris bawah pada ayat-ayat berikut ini!