Baca Tulis Al-Quran SD: Kelas 5

Welcome

Selamat Berkunjung di Blog Baca Tulis Al-Quran SD

Materi Baca Tulis Al-Quran SD

Selamat Membaca, Semoga Bermanfaat

Tampilkan postingan dengan label Kelas 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 5. Tampilkan semua postingan







Tujuan Pembelajaran

Dengan mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang hukum bacaan ikhfa' hakiki.

Pendalaman Materi

Ikfa’ secara bahasa artinya menyembunyikan atau menyamarkan. Adapun secara istilah artinya menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf ikhfa’. Cara membaca bacaan ikhfa’ dengan menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin diubah seperti huruf “ng” tetapi selah. Huruf-huruf ikhfa’ ada 15, yaitu :

ت-ث-ج-د-ذ-ز-س-ش-ص-ض-ط-ظ-ف-ق-ك









Tujuan Pembelajaran

Dengan mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang hukum bacaan iqlab.

Pendalaman Materi

Iqlab secara bahasa berarti membalik atau menukar. Sedangkan Menurut ilmu tajwid iqlab adalah hukum bacaan nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba’ dan dibaca mendengung sampai dua harakat.

Suatu bacaan dapat disebut iqlab apabila ada huruf nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan huruf ba’.

Huruf iqlab hanya ada satu yaitu huruf ba’. Cara membaca Iqlab yaitu nun sukun atau tanwin diganti dengan huruf mim menuju ba’. Suara nun sukun atau tanwin tidak terdengar karena telah diganti atau ditukar dengan huruf mim yang disertai dengan gunnah (mendengung) dengan memanjangkannya sampai dua harakat.








Tujuan Pembelajaran

Dengan mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat memahami ilmu tajwid tentang hukum bacaan idgam.

Pendalaman Materi

A. Idgam Bigunnah

Idgam secara bahasa artinya memasukkan, sedangkan bigunnah berarti mendengung. Dalam istilah ilmu tajwid, idgam bilagunnah adalah membunyikan nun sukun/tanwin dan memasukkannya pada huruf sesudahnya dan dibaca dengan mendengung.

Suatu bacaan dapat disebut idgam bigunnah apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf idgam bigunnah.

Huruf idgam bigunnah berjumlah empat, yaiitu ya, nun, mim, dan wau. Huruf idgam bihunnah sering disebut “yanmu” untuk memudahkan menghafalkannya.

Cara membaca idgam bigunnah adalah disertai dengan dengung kira-kira dua harakat satu alif.

Contoh bacaan idgam bigunnah

a. Contoh bacaan idgam bigunnah (nun sukun)






 b.Contoh bacaan idgam bigunnah (tanwin)





B. Idgam Bilagunnah

Secara bahasa , idgam berarti memasukakn atau meleburkan. Sedangkan bilagunnah berarti tidak mendengung. Menurut istilah, disebut idgam bilagunnah apabila terdapat nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf lam dan ra. Adapun cara membacanya adalah dengan memasukkan suara nun sukun atau tanwin ke dalam huruf idgam bilagunnah dengan tidak mendengung.

Contoh bacaan idgam bilagunnah
a. Contoh bacaan idgam bilagunnah (nun sukun)




b. Contoh bacaan idgam bilagunnah (tanwin)












Tujuan Pembelajaran

Melalui informasi, ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi diharapkan siswa dapat mewaqafkan bacaan yang terdapat dalam Al-Quran dengan benar.

Pendalaman Materi

A. Pengertian Waqaf

Waqaf artinya behenti di suatu tempat ketika membaca Al-Quran, baik di akhir ayat maupun di Tengah ayat yang disertai mengambil nafas. Di akhir ayat, biasanya kita benhenti untuk mengambil nafas, hal ini dilakukan sampai persiapan untuk membaca ayat selanjutnya.

B. Cara Membunyikan Kalimat yang Diwaqafkan

1. Akhir kalimat berupa (huruf) yang berharakat sukun

Apabila huruf di akhir ayat berharakat sukun, maka ketika berhenti (waqaf) dibaca mati dengan terang dan tidak ada perubahan.


2. Akhir kalimat berupa harakat (kecuali fathatain)

Apabila huruf di akhir ayat berharakat fathah (ــَــ), kasrah (ـــِـ), kasrahtain(ـــٍـ), dammah(ـــُـ), dammahtain(ـــٌـ) maka hurufnya harus disukunkan dahulu, Kemudian dibaca mati dengan terang Menurut bacaan masing-masing.


3. Akhir kalimat berupa ta marbutah

Apabila huruf di akhir ayat berupa huruf ta marbutah, maka ketika berhenti dibaca dengan membunyikan huruf ha’ sukun.


4. Akhir kalimat didahului huruf yang mati

Apabila huruf di akhir ayat didahului oleh huruf mati, maka dibaca dengan mematikan dua huruf dengan suara pendek, atau dibunyikan sepenuhnya tetapi huruf terakhir dibaca panjang.


5. Akhir kalimat didahului mad atau mad layin

Apabila huruf di akhir ayat didahului oleh mad atau mad layyin (sebelum huruf terakhir terdapat salah satu huruf alif, ya’, sukun, dan wau sukun), maka membacanya dengan cara mematikan huruf terakhir dan memanjangkan mad 2 harakat atau 4 harakat atau 6 harakat seperti mad aridl lissukun.


6. Akhir kalimat bertemu fathatain, alif tegak, alif layyinah

Apabila huruf di akhir ayat bertemu dengan fathatain, alif tegak, alif layyinah, maka dibaca dengan membunyikan menjadi fathah yang dipanjangkan 2 harakat dan berubah menjadi mad iwad.


7. Akhir kalimat berupa wau dan ya

Apabila huruf akhir ayat berupa wau sukun yang didahului harakat dammah dan ya sukun didahului harakat kasrah, maka dibaca panjag 2 harakat 1 alif.